Rabu, 30 Januari 2013

Membuat Alat Musik dari Barang Bekas

Oktober 12, 2011 
 
     Sebenarnya semua benda bisa dijadikan alat musik. Macam-macam alat perkusi barang bekas ini antara lain berasal dari peralatan rumah tangga seperti panci, wajan, gelas, galon air minum, maupun ember plastik. Tidak hanya dari peralatan rumah tangga saja, tapi juga dari bahan bangunan seperti kaleng bekas cat rumah, paralon atau drum bekas aspal jalan. Perkusi dari barang bekas ini pada umumnya dari peralatan rumah tangga.
     Karena merupakan barang bekas, berarti yang digunakan adalah peralatan yang sudah pernah terpakai dan sudah berubah fungsi. Tapi tidak semua perkusi barang bekas ini kondisinya rusak. Untuk menyetel nada perkusi barang bekas ini juga unik. Biasanya alat perkusi barang bekas ini diberi tambahan seperti tempelan lakban di sekeliling peralatan agar nada yang terbentuk lebih nyaring. Atau untuk memukul peralatan perkusi barang bekas digunakan alat tambahan lain seperti stik atau tongkat.
     Uniknya lagi, untuk mendapatkan nada atau suara perkusi barang bekas yang menarik dan bagus, membutuhkan waktu yang tidak sebentar juga keahlian khusus dalam membuatnya. Salah satu cara menyetel nada perkusi barang bekas yaitu dengan menempelkan lakban, kemudian diatur nada yang akan dihasilkan.
Perkusi barang bekas ini mempunyai banyak manfaat dan berguna antara lain:

* Ramah lingkungan
Memakai perkusi dari barang bekas berarti ikut membantu menjaga kelestarian lingkunga dengan menggunakan daur ulang peralatan yang tidak terpakai lagi.

* Mengurangi sampah anorganik
Pemakaian peralatan seperti botol plastik dan kaleng bekas sebagai perkusi barang bekas dapat membantu mengurangi banyaknya sampah anorganik yang tidak dapat diurai.
Kini mulai banyak kelompok pemusik pemula yang menggunakan perkusi barang bekas sebagai alat musiknya. Beberapa diantaranya bahkan sudah mulai dikenal dalam masyarakat. Salah satunya adalah Tataloe Perkusi yang mulai merambah ranah musik Indonesia dengan perkusi barang bekasnya.

sumber : http://aris94.wordpress.com/2011/10/12/membuat-alat-musik-dari-barang-bekas/
Menyulap Sampah Jadi Alat 'Drum Band'

      BERMAIN band, marching band maupun drum band, bukanlah hobi atau kesenangan yang murah. Butuh dana puluhan bahkan ratusan juta rupiah untuk bisa membeli peralatan yang sebagian besar masih merupakan
barang impor.
Namun, siapa sangka hanya dari sampah, sebuah alat drum band bisa diciptakan. Murah, ramah lingkungan, dan tentu berkualitas. Itulah yang dilakukan Djamzuri, seniman asal kota gudeg, Yogyakarta.
Pemain perkusi ini terusik untuk menciptakan alat musik drum band dari bahan-bahan bekas. Dia membeli plastik-plastik bekas pembungkus barang impor menjadi perkusi. Tak hanya itu, bekas tempat tinta mesin fotokopi disulapnya menjadi belira.
      ''Semula saya memang bermain drum band, itu sekitar tahun 1960-an. Saat itu saya merasakan masalah yang dihadapi adalah mahalnya biaya untuk pengadaan alatnya," kata Djamzuri.
Pertengahan tahun 1970, Djamzuri mulai berpikir bagaimana membuat alat band yang murah. Idenya tergerak saat melihat banyaknya kaleng dan drum bekas. Mulailah dia berkreasi, mencari bahan-bahan dasar pembuat alat band dengan memanfaatkan barang bekas. Dia menemukan plastik pembungkus barang-barang impor sangat bagus untuk genderang.
Dikumpulkannya pula barang bekas lain seperti per persneling Vespa yang bisa dijadikan senar drum. Dia menceritakan kegemarannya pada musik berawal ketika masih remaja suka melihat para abdi dalem Keraton Yogyakarta memainkan drum band. Dari situ minatnya pada musik semakin besar. Kemudian dia bergabung dengan salah satu kelompok drum band.
      Cukup puas memainkan alat-alat tersebut, dia berpikir bagaimana bisa membuat dan memiliki drum band sendiri. Setelah berkeliling dan mencari informasi ke berbagai tempat, akhirnya dia menemukan pilihan barang-barang bekas tak terpakai lagi sebagai bahan dasar alat band.
Dibantu beberapa orang yang tergabung dalam PKBM Kyai Suratman, Kelompok Belajar Usaha Drum Band, yang beralamatkan di Srandakan, Km 9, Tegallayung Caturharjo, Pandak, Bantul, Djamzuri bekerja setelah ada
pesanan. Pemesan kebanyakan berasal dari instansi di luar Jawa. Untuk sekali pemesanan, mulai dari pembuatan sampai latihan memainkan alat-alat, dia mematok harga Rp11 juta.
"Perlu waktu tiga minggu menyelesaikan pembuatan alat sampai melatih anak-anak sekolah pemesan bermain drum band. Jadi harga sebesar itu sudah termasuk untuk latihannya," papar Djamzuri.
Untuk sebuah alat drum band, Rp11 juta terhitung sangat murah.
      Bandingkan jika membeli alat impor, satu set drum band terdiri atas 25 perkusi, 12 melodi, 2 tongkat mayoret, 2 simbal dan 12 color flag harganya bisa mencapai Rp50 juta.
Bapak tiga anak itu mengaku, usahanya ini semula sama sekali tidak berdasarkan niat mencari keuntungan. Jiwa seninya saat itu merasa prihatin karena cukup banyak sekolah berminat memiliki seperangkat drum band, namun terkendala masalah dana. Apalagi sekolah di pelosok
atau luar Jawa. Uang mereka tak cukup untuk membeli peralatan impor.

sumber : http://puputdrumband.blogspot.com/2012/04/menyulap-sampah-jadi-alat-drum-band.html

Tentang Perkusi

December 15, 2012 
     Perkusi menyajikan citarasa yang berbeda dalam permainan musik. Eksplorasi dari musik perkusi ini berasal dari komposisi alat musik yang asalnya biasa saja menjadi sebuah harmonisasi seni yang sangat luar biasa. Harmonisasi dari berbagai macam karakter alat musik yang berbeda inilah yang menjadikan perkusi semakin hidup dan kaya akan warna. Tak diragukan lagi bahwa musik perkusi berhasil melahirkan masterpiece baru dalam ranah seni musik dan budaya bangsa Indonesia.
Indonesia adalah negeri yang kaya akan keanekaragaman suku dan budaya. Keberagaman ini menimbulkan variasi budaya yang beragam pula seperti dialek, kuliner, pakaian adat dan juga kesenian daerah. Kekayaan budaya ini adalah starting point untuk mengkawinkan musik perkusi dengan suatu budaya yang merupakan bentuk jati diri dari  daerah lokal. Unsur keberagaman merupakan kekuatan perkusi kontemporer dalam bersaing dengan musik lain di masyarakat. Perkawinan atau pengkolaborasian pasti akan melahirkan komposisi musik yang tentunya menjadi suatu semangat kolektif untuk Indonesia.
Perkusi merupakan musik yang mampu memiliki segmentasi pasar dari segala golongan tanpa peduli status sosial, bukan seperti musik jazz, rock, R&B atau musik lain yang penikmatnya identik dari satu jenis golongan. Hal ini terbukti karena kita tidak perlu merogoh kocek dalam demi menonton performing art perkusi. Umumnya musik penyuguhan musik ini bahkan tak memungut biaya kontribusi. Namun, murahnya musik perkusi tak lantas mengurangi kualitas musik didalamnya. Spirit berkesenian yang murah dan berkualitas sangat cocok untuk masyarakat kita yang saat ini sedang mengalami krisis multidimensi.
      Perkusi berasal dari istilah Latin percussio (memukul) dan percussus (kata benda yang berarti “pukulan”). Alat musik perkusi (disebut pula alat musik pukul atau tabuh) adalah alat musik yang menghasilkan suara dengan dipukul, ditabuh, digoyang, digosok, atau tindakan lain yang membuat objek bergetar dengan suatu alat, tongkat, maupun dengan tangan kosong.
Pada tahun 1960 musik perkusi sudah mulai dikenal bangsa barat dengan menggunakan instrument yang seadanya. Kemudian pada tahun 1970 musik perkusi merambah negara kita. Pada waktu itu musik perkusi diperkenalkan oleh sekelompok seniman dari Akademi Seni Karawitan Indonesia ASKI yang  beranggotakan Rahayu Supanggah, Astanto dan AL Suwardi ke Jakarta. Dengan canggihnya kemajuan informasi dan komunikasi membuat musik ini begitu cepat tersebar sampai kepelosok negeri. Dan saat ini musik ini pun telah menggeliat diberbagai daerah di Indonesia.
Pada awlanya instrument perkusi hanya digunakan sebagai rhytme atau pelengkap dalam sebuah klimaks musik. Eksistensi perkusi telah ada sebelum instrument musik lain seperti gitar, piano, maka sebenarnya perkusi begitu akrab dengan kita. Seiring dengan pangsa pasar musik yang tak pernah berhenti untuk dieksplorasi perkusi menemukan ruang sendiri dan bukan untuk menjadi pelengkap. Perkusi merupakan ensamble instrument yang paling utama.
Akulturasi Perkusi
     Tak terbatasnya alat musik yang digunakan dalam perkusi ini membuat seniman – seniman mencoba mengkolaborasikannya dengan gamelan yang merupakan ciri khas dari daerah tertentu. Hal ini sah – sah saja mengingat perkusi merupakan musik umum dan tak ada ketetapan untuk mengatur segala hal di dalamnya. Adanya kolaborasi musik perkusi dengan gamelan setempat malah memberikan perpaduan yang sangat indah. Hal tersebut juga dapat digunakan sebagai stimulant agar musik perkusi lebih dapat diterima oleh berbagai kalangan masyarakat di tanah air.
Sebenarnya perkusi dan gamelan setempat memiliki keintiman sama sebagai instrumen musik yang dapat dengan mudah dimainkan. Instrument musik tradisional yang biasanya dikolaborasikan adalah gambang kromong, gamelan, kulintang, konga, angklung, sasando rote dan yang lainnya. Etnisitas perkusi menimbulkan suasana yang unik dalam genre musik ini. Boleh dikatakan unsur dari perkusi berangkat dari suatu musik tradisi dan menyatukan tradisi untuk menjadi satu musik baru yang dapat diterima oleh tradisi mana pun.
Tak perlu dipungkiri bahwa proses akulturasi dalam musik perkusi menjadikan suatu masterpiece yang indah. Pemanfaatan musik tradisional yang diusung oleh para musisi lewat budaya daerah yang berbeda menambah tingginya musikalitas perkusi. Improvisasi yang digunakan oleh para musisi yang mengolah perkusi dengan instrument musik lokal merupakan bentuk kecintaan terhadap musik dan budaya. Disatu sisi ada keliaran, tapi segala keliaran tetap menghasilkan harmoni yang asyik. Kebebasan dan keliaran tiap musisi, patuh pada satu kesepakatan, saling menghargai kebebasan dan keliaran masing-masing musisi sekaligus menemukan harmoni dan mencapai tujuannya, yakni kepuasan diri musisinya dan kepuasan pendengarnya.
Akulturasi maupun etnisitas dari musik dan budaya melalui perkusi kontemporer yang diusung para musisi memiliki tujuan  yang sangat mendasar yaitu membuat masyarakat kembali mencintai khazanah budaya lokal yang mulai luntur dan pudar.
Perkusi Kontemporer
     Keinginan untuk selalu memberikan yang terbaik kepada masyarakat adalah alasan timbulnya variasi baru perkusi. Mengingat bahwa perkusi merupakan musik yang benar – benar berbeda dengan musik lain, para musisi mencoba mengkomposisikan instrument lain dalam rangka mencari nafas baru agar tidak konvensional dan lebih up to date.
Adalah perkusi kontemporer varian baru yang merupakan hasil kreasi seniman musik dalam menciptakan jenis aliran perkusi dengan atmosfer modern. Perkusi kontemporer mencoba  memanfaatkan alat – alat yang bahkan tidak dikategorikan instrument musik seperti alat – alat rumah tangga ; panci, botol, plastik, kentongan, bambu dan lain – lain. Namun penambahan komposisi alat musik tersebut tidak mampu mengurangi citarasa indahnya perkusi jika diracik dengan  baik.
Penguasaan terhadap musik klasik ataupun musik modern tidak begitu diperlukan dalam perkusi kontemporer. Kunci dalam permainan perkusi adalah penghayatan dalam mengapresiasikannya. Dengan adanya penghayatan maka musisi dapat menciptakan kenyamanan dalam bermusik dan akan melahirkan energi kenyamanan yang nantinya dapat tersalurkan oleh para pendengar ataupun para penikmat musik.

Sumber: http://perkusiplb.blogspot.com/p/tentang-perkusi.html?m=1

Materi Dasar Pengajaran Perkusi Marching Untuk Pemula 


Pada tulisan ini saya akan membahas bagaimana mempersiapkan materi pengajaran untuk pemain yang sangat baru dan awam tentang perkusi Marching.
Tulisan dibawah ini :
  1. Bersifat umum tanpa detail materi karena saya percaya masing-masing instruktur lebih mengerti materi kebutuhan unitnya masing-masing.
  2. Bersifat ke rencana kerja agar efektif dalam pencapaian keahlian bermain yang diinginkan.
  3. Diperuntukan bagi para pemula yang telah dipilih maupun yang lolos audisi oleh instrukturnya untuk masuk perkusi Marching
  4. Tidak berdasarkan teori tertentu maupun ketetapan tertentu, tetapi hanya berdasarkan dari hasil kesimpulan pengalaman 10 tahun terakhir dalam mengajar berbagai macam band yang baru lahir di berbagai tempat di Indonesia.
Jadi tulisan ini bersifat berbagi pengalaman saya dalam menghadapi band yang baru lahir yang mungkin bisa membantu rekan instruktur Marching Band Indonesia dalam menghadapi para pemula di perkusi Marching.
Berikut adalah langkah-langkah pengajaran efektif untuk pemula.
A. Teori Dasar Perkusi Marching.
- Tujuan :
Diharapkan para pemula akan lebih mengerti konsep tentang perkusi Marching, instrumen dasar dan sikap bermain secara keseluruhan. Diharapkan pada akhir materi ini para pemula akan mempunyai motivasi lebih besar dalam mendalami ilmu perkusi Marching.
- Materi :
  • Sejarah singkat perkusi Marching (filosofi dasar)
  • Sikap dalam perkusi Marching (attitude bermusik)
  • Pengenalan masing-masing alat meliputi fisik (bentuk, berat, dan point keunggulannya), warna suara dan demo cara memainkan yang benar untuk masingmasing alat agar suara yang benar bisa dikenalkan.
  • Demo pit dan battery
  • Demo perkusi penuh
- Durasi : Satu kali latihan penuh. (Min. 2 Jam)
B. Teori Musik Dasar
- Tujuan :
Teori musik sangat penting kepada pemula. Dengan mengerti teori dasar musik diharapkan si pemula akan lancar sight reading dan bisa belajar mandiri tanpa harus didikte.
- Materi :
  • Dasar Not
  • Pengenalan Birama
  • Pengenalan harga not dengan contoh pohon not
  • Variasi not 1/8 dan 1/16
  • Latihan baca variasi not
  • Latihan baca variasi not dengan variasi tempo dan mark time
- Durasi pengajaran
  • Diberikan setelah langkah A telah dilewati.
  • Diberikan dalam 2 kali pertemuan masing2 45 menit tiap 3 point.
  • Dilatih terus dengan memberikan materi pemanasan tertulis dari staff pelatih.
C. Gripping (Cara Pegang)
- Tujuan :
Diharapkan pemula mengetahui cara dasar memegang stick dengan benar dan membiasakannya.
- Materi :
  • Pengetahuan umum tentang cara Match Grip dengan variannya dan Traditional Grip
  • Match Grip yang dipakai dan detail Traditional Grip
- Durasi Pengajaran
  • Diberikan setelah langkah A dan B telah dilewati.
  • Satu kali pertemuan satu latihan penuh
  • Konsisten tiap latihan materi dasar untuk menjaga cara memegang dengan benar.
D. Stroking (Cara Pukul)
- Tujuan :
Diharapkan pemula memahami cara memukul perkusi yang efektif dalam penggunaan anatomi tubuh
- Materi :
  • Pemahaman dasar otot yang digunakan dan penerapannya
  • Single Stroke satu tangan (8-8 dan 8-8-16 atau sejenisnya)
  • Single Stroke dua tangan (Timing not 1/16)
  • Pulse (Nadi)
  • Double Stroke (Variant Diddle)
  • Gabungan variasi single stroke satu dan dua tangan
  • Gabungan variasi single satu dan dua tangan dan Pulse
  • Gabungan variasi single satu dan dua tangan, Pulse dan Double Stroke
  • Dinamika dan ekspresi
- Durasi :
  • Diberikan setelah langkah A, B dan C dilewati.
  • Seluruh materi satu bulan penuh
Perkiraan total durasi pertemuan untuk keseluruhan materi dasar ini adalah dua bulan dengan asumsi latihan dilakukan dua kali dalam seminggu yang tiap latihannya memakan waktu efektif kurang lebih dua jam. Setelah materi dasar ini dilewati dengan baik maka si pemula akan bisa ditempatkan di alat mana pun baik di pit maupun battery.
Demikianlah teori dasar yang wajib dikuasai dengan baik dan benar oleh para pemain Marching yang masih baru. Jika materi dasar ini matang maka pencapaian keahlian bermain untuk tahap berikutnya akan terasa lebih mudah dan sangat efektif dalam pencapaian target teknisnya di masing-masing alat.

http://trendmarching.or.id/read/2010/10/materi-dasar-pengajaran-perkusi-marching-untuk-pemula/




Rabu, 16 Januari 2013

Instrument Musik Perkusi


Gamelan Bali, salah satu jenis perkusi.

      Instrumen perkusi pada dasarnya merupakan benda apapun yang dapat menghasilkan suara baik karena dipukul, dikocok, digosok, diadukan, atau dengan cara apapun yang dapat membuat getaran pada benda tersebut. Istilah instrumen perkusi biasanya digunakan pada benda yang digunakan sebagai pengiring dalam suatu permainan musik. 

Klasifikasi

Instrumen perkusi diklasifikasikan ke dalam bermacam-macam kriteria, kadang-kadang bergantung pada konstruksinya, adat istiadat/tradisi, fungsi dalam teori musik dan orkestra, atau kelaziman dengan pengetahuan umum yang ada.
Instrumen perkusi kadang-kadang dikasifikasikan sebagai "instrumen berintonasi" atau "instrumen tak berintonasi". Meskipun benar, klasifikasi demikian secara luas terlihat masih kurang tepat. Klasifikasi yang dianggap lebih informatif dalam menjelaskan suatu instrumen perkusi adalah berdasarkan satu atau beberapa dari empat paradigma berikut:

Berdasarkan cara suara dihasilkan

Banyak literatur, termasuk dalam "Teaching Percussion" oleh Gary Cook dari Universitas Arizona, mulai meneliti karakteristik fisik dari instrumen dan cara suara dihasilkan. Paradigma ini dianggap sebagai metode yang paling dapat diterima secara keilmuan dan memudahkan untuk membuat model penamaan dibandingkan dengan paradigma lain yang lebih bergantung pada sejarah dan lingkungan sosial yang ada. Dari hasil observasi dan sejumlah eksperimen, penentuan berdasarkan klasifikasi dari metode suara dihasilkan bisa dimasukkan pada salah satu dari lima kategori berikut:

Idiofoni

"Idiofoni menghasilkan suara melalui getaran dari seluruh badan instrumen."[1] Contoh instrumen-instrumen yang termasuk dalam kategori idiofoni:

Membranofoni

Kebanyakan instrumen perkusi yang dikenal sebagai "drum" termasuk dalam kategori membranofoni. "Membranofoni menghasilkan suara saat membran tersebut dipukul."[1] Contoh instumen-instrumen yang termasuk dalam kategori membranofoni:

Kordofoni

Hampir semua jenis instrumen yang termasuk dalam kategori "kordofoni" didefinisikan sebagai string instrument, beberapa contoh instrumen yang termasuk dalam kategori ini adalah:
  • Hammered dulcimer
  • Piano
  • Onavillu
  • Harpsichord

Aerofoni

Hampir semua jenis instrumen yang masuk dalam kategori "aerofoni" didefinisikan sebagai instrumen musik tiup kayu seperti saksofon, pada instrumen tersebut suara dihasilkan karena tiupan udara kedalam instrumen. Namun beberapa jenis instrumen berikut, jika digunakan dalam suatu permainan musik, dimainkan sebagai bagian dalam ensembel perkusi.
  • Whip crack
  • Sirine
  • Pistol: ledakkan pistol dikategorikan sebagai bentuk suara yang dihasilkannya.

Elektrofoni

Elektrofoni termasuk pula sebagai instrumen perkusi. Dalam konteks yang lebih sempit, setiap instrumen yang masuk dalam kategori elektrofoni membutuhkan spiker (benda yang termasuk dalam kategori "idiofoni" yang menekan udara sehingga menciptakan gelombang suara). Beberapa contoh instrumen yang termasuk dalam kategori ini adalah:
  • Komputer dan instrumen MIDI (contoh: drum machine atau zenddrum)
  • Theremin

Berdasarkan fungsi pada permainan musik atau orkestra

Pengklasifikasian berdasarkan fungsi dibedakan pada: instrumen perkusi bernada, dan instrumen perkusi tak bernada.
Sebagai contoh, beberapa instrumen perkusi (seperti Marimba dan timpani) menghasilkan suara pada intonasi yang kuat sehingga dapat memainkan melodi dan berfungsi menciptakan harmoni dalam permainan musik. Instrumen lain seperti simbal dan snare drum menghasilkan suara tak bernada.

Instrumen musik perkusi bernada

Instrumen perkusi dalam kelompok ini kadang-kadang disebut sebagai "tuned", "pitched" atau sederhananya "pit".
Contoh instrumen perkusi bernada:

Instrumen musik perkusi tak bernada

Instrumen yang termasuk dalam kategori ini kadang-kadang disebutkan sebagai "non-pitched", "unpitched", atau "untuned". Fenomena atas ini muncul disebabkan suara yang dihasilkan oleh instrumen memiliki frekuensi yang kompleks sehingga tidak dapat ditentukan sebagai sebuah nada.
Contoh instrumen perkusi tak bernada:

Bedasarkan kelaziman menurut pengetahuan umum

Meskipun sulit untuk mendefinisikan arti dari "pengetahuan umum", terdapat beberapa instrumen yang digunakan oleh perkusionis dan komposer dalam permainan musik yang tidak dapat layak dimasukkan sebagai sebuah instrumen musik . Karenanya, untuk membedakan instrumen satu dengan lainnya adalah berdasarkan penerimaan dan pertimbangan dari pendengar secara umum.
Contoh, banyak kalangan menganggap anvil, brake drum, atau kaleng drum yang digunakan untuk menampung minyak sebagai instrumen musik, meski benda-benda tersebut cukup sering digunakan oleh komposer dan perkusionis dalam musik modern yang ada saat ini.
Beberapa jenis instrumen musik perkusi yang termasuk dalam kategori ini adalah:

Populer

Kurang populer

  • Sapu
  • Pot bunga
  • Botol galon
  • Kaleng minuman
  • Pipa besi
  • Tas plastik
  • Kereta belanja
  • Roda sepeda
  • Bebatuan
  • Tong

Berdasarkan Adat istiadat/tradisi

Diskusi atas instrumen perkusi terkait dengan budaya asal atas instrumen tersebut merupakan hal yang tidak umum dilakukan karena cenderung akan membuat pemisahan divisi atara instrumen yang masuk dalam kategori "umum" atau "modern", dengan instrumen tradisional yang memiliki kegunaan atau nilai sejarah yang kuat pada tradisi masyarakat ataupun suku bangsa tertentu.

Instrumen perkusi tradisional

Beberapa jenis instrumen perkusi yang termasuk dalam kategori ini adalah:
  • Berimbau
  • bodhrán
  • Bombo legüero
  • Cajon
  • Dhol
  • Dholak
  • Djembe
  • Gamelan
  • Kolintang
  • Kpanlogo
  • Lagerphone
  • Latin percussion
  • Marimbula
  • Pogo cello
  • Steelpan
  • Thavil
  • Urumee
  • Udukai
  • Mridangam
  • Taiko
  • Timbal
  • Tonbak

Drum umum

Kategori berikut mencakup instrumen-instrumen yang populer dan luas digunakan di dunia:

Fungsi

Instrumen musik perkusi tidak hanya dimainkan sebagai pengiring/ritmis, melainkan pula sebagai melodi dan memainkan harmoni.
Perkusi umum dianggap sebagai "tulang punggung", atau "jantung" dari sebuah pertunjukan musik, dalam permainan seringkali dikolaborasikan bersama instrumen bass. Pada musik jazz dan musik populer, bassis dan drummer seringkali dikelompokkan sebagai seksi ritmis. Kebanyakan musik-musik klasik yang ditulis untuk penampilan sebuah orkestra penuh sejak zaman Hadyn dan Mozart menggunakan alat-alat musik string, tiup kayu, dan tiup logam. Namun demikian, seringkali setidaknya sepasang timpani diikutsertakan di dalamnya, meski tidak digunakan secara aktif dalam keseluruhan pertunjukkan (hanya mengisi bagian-bagian tertentu). Pada abad ke delapan belas dan sembilan belas, jenis instrumen musik perkusi yang digunakan mulai beragam seperti triangle dan simbal, meski masih berfungsi seperti halnya timpani, untuk memberi penekanan pada bagian tertentu dalam musik. Barulah pada abad ke dua puluh instrumen musik perkusi mulai sering digunakan dalam pertunjukkan musik-musik klasik.
Dalam setiap jenis musik, perkusi memainkan peranan yang penting. Dalam pertunjukkan marching band, perkusi digunakan sebagai penjaga tempo, dan beat yang memungkinkan para pemain berjalan secara serempak dan dalam irama dan kecepatan yang sama. Dalam musik jazz klasik, pendengar dapat dengan segera membedakan jenis ritme dari hi-hat atau bunyi simbal saat kata "swing" diucapkan. Dalam kultural musik yang lebih populer, hampir tidak mungkin untuk menamakan tiga atau jenis irama pada musik rock, hip-hop, rap, funk atau bahkan soul karena pola permainan perkusi tidak memiliki irama dengan beat yang sama.
Disebabkan ragam jenis instrumen perkusi yang luas, tidak jarang ditemukan ensembel musik besar dengan keseluruhan instrumen yang dimainkannya adalah instrumen perkusi. Ritmis, melodi, dan harmoni semua muncul dan hidup dalam penampilan tersebut, dan seringkali merupakan pertunjukan yang menarik.

Sejarah Perkusi

Instrumen perkusi pada dasarnya merupakan benda apapun yang dapat menghasilkan suara baik karena dipukul, dikocok, digosok, diadukan, atau dengan cara apapun yang dapat membuat getaran pada benda tersebut. Istilah instrumen perkusi biasanya digunakan pada benda yang digunakan sebagai pengiring dalam suatu permainan musik

Nah , di dalam blog ini saya akan lebih banyak menjelaskan perkusi yang bersifat Membrafoni . Mungkin sebagian dari pembaca bingung , apa itu Membrafoni .
Membrafoni adalah alat musik/Perkusi yang dapat menghasilkan suara bila dipukul dan membrafoni lebih sering disebutkan dengan istilah "Drum" .

Berikut adalah jenis-jenis perkusi membrafoni :

-. Snare Drum
-. Tom-tom
-. Bass Drum
-. Bongo
-. Djembe
-. Conga
-. Dll .

Namun ada juga pemain perkusi yang menggunakan perkusi membrafoni dan dipadukan dengan perkusi yang lainnya, contoh perkusinya :

-. Shaker
-. Triangle
-. Cymbal
-. Cow Bell
-. Dll .

SEMOGA BERMANFAAT !